BangkaBelitungPos
Rabu, Juni 17, 2026
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Politik
  • Ekbis
  • Internasional
  • Lifestyle
    • All
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Travel
    Kenapa Jendela Pesawat Tidak Kotak? Ternyata Ini Alasan Teknis di Baliknya

    Kenapa Jendela Pesawat Tidak Kotak? Ternyata Ini Alasan Teknis di Baliknya

    “In This Economy”: Ketika Keluhan Ekonomi Menjadi Tren, Bagaimana Islam Memandangnya?

    “In This Economy”: Ketika Keluhan Ekonomi Menjadi Tren, Bagaimana Islam Memandangnya?

    Lima Superfood Alami yang Ternyata Sudah Dikenal Sejak Zaman Nabi, Mudah Ditemukan dan Kaya Manfaat

    Lima Superfood Alami yang Ternyata Sudah Dikenal Sejak Zaman Nabi, Mudah Ditemukan dan Kaya Manfaat

    Outsourcing Hanya untuk 4 Pekerjaan, Selebihnya Dilarang

    Outsourcing Hanya untuk 4 Pekerjaan, Selebihnya Dilarang

    Cuaca Terik Meningkat, Ahli Ingatkan Cara Cerdas Atur Minum Kopi agar Tubuh Tidak Kekurangan Cairan

    Cuaca Terik Meningkat, Ahli Ingatkan Cara Cerdas Atur Minum Kopi agar Tubuh Tidak Kekurangan Cairan

    Bukan Salah Produk, Ini Cara Makeup yang Bikin Wajah Kurang Segar

    Bukan Salah Produk, Ini Cara Makeup yang Bikin Wajah Kurang Segar

    Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Rasa Waswas, Begini Cara Jaga Kolesterol

    Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Rasa Waswas, Begini Cara Jaga Kolesterol

    Cara Tepat Memberikan Edukasi Seks pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Perlu Tahu Batas dan Metodenya

    Cara Tepat Memberikan Edukasi Seks pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Perlu Tahu Batas dan Metodenya

    Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

    Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

    Menikah Tapi Berjauhan: Fenomena Long Distance Marriage yang Kian Marak di Era Modern

    Menikah Tapi Berjauhan: Fenomena Long Distance Marriage yang Kian Marak di Era Modern

    Trending Tags

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Politik
  • Ekbis
  • Internasional
  • Lifestyle
    • All
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Travel
    Kenapa Jendela Pesawat Tidak Kotak? Ternyata Ini Alasan Teknis di Baliknya

    Kenapa Jendela Pesawat Tidak Kotak? Ternyata Ini Alasan Teknis di Baliknya

    “In This Economy”: Ketika Keluhan Ekonomi Menjadi Tren, Bagaimana Islam Memandangnya?

    “In This Economy”: Ketika Keluhan Ekonomi Menjadi Tren, Bagaimana Islam Memandangnya?

    Lima Superfood Alami yang Ternyata Sudah Dikenal Sejak Zaman Nabi, Mudah Ditemukan dan Kaya Manfaat

    Lima Superfood Alami yang Ternyata Sudah Dikenal Sejak Zaman Nabi, Mudah Ditemukan dan Kaya Manfaat

    Outsourcing Hanya untuk 4 Pekerjaan, Selebihnya Dilarang

    Outsourcing Hanya untuk 4 Pekerjaan, Selebihnya Dilarang

    Cuaca Terik Meningkat, Ahli Ingatkan Cara Cerdas Atur Minum Kopi agar Tubuh Tidak Kekurangan Cairan

    Cuaca Terik Meningkat, Ahli Ingatkan Cara Cerdas Atur Minum Kopi agar Tubuh Tidak Kekurangan Cairan

    Bukan Salah Produk, Ini Cara Makeup yang Bikin Wajah Kurang Segar

    Bukan Salah Produk, Ini Cara Makeup yang Bikin Wajah Kurang Segar

    Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Rasa Waswas, Begini Cara Jaga Kolesterol

    Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Rasa Waswas, Begini Cara Jaga Kolesterol

    Cara Tepat Memberikan Edukasi Seks pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Perlu Tahu Batas dan Metodenya

    Cara Tepat Memberikan Edukasi Seks pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Perlu Tahu Batas dan Metodenya

    Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

    Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

    Menikah Tapi Berjauhan: Fenomena Long Distance Marriage yang Kian Marak di Era Modern

    Menikah Tapi Berjauhan: Fenomena Long Distance Marriage yang Kian Marak di Era Modern

    Trending Tags

No Result
View All Result
BangkaBelitungPos
No Result
View All Result
Home Nasional

Darurat Pengelolaan Anggaran

Redaksi by Redaksi
Juli 27, 2021
in Nasional
0
Darurat Pengelolaan Anggaran

Penulis: SOFYAN SIROJ ABDUL WAHAB, LC, MM. ANGGOTA DPRD PROVINSI RIAU

0
SHARES
47
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BANGKABELITUNGPOS.COM – Seperti diketahui Pemerintah Pusat resmi memperpanjang Perberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Semula dengan mengusung nama PPKM Darurat dan telah berakhir pada 25 Juli lalu. Awalnya diberlakukan di Kabupaten/Kota di Jawa dan Bali lalu diperluas ke daerah lain. Perpanjangan PPKM lagi-lagi berganti nama, meniru tren Covid 19 yang punya varian, dengan mengusung PPKM Level 3 dan 4. Dari informasi resmi, sejumlah aturan disesuaikan di PPKM terbaru. Kebijakan diterapkan secara luas di Indonesia yang memiliki nilai asesmen level 4 dan 3, tergantung jumlah kasus terinfeksi dan kematian akibat wabah. Untuk Provinsi Riau hingga kini kebanyakan kabupaten/kota masih memberlakukan PPKM mikro, mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sejak Mei 2021. Harapan Gubernur Syamsuar PPKM Darurat tak diberlakukan di Riau akhirnya pupus sehubungan ditetapkannya Kota Pekanbaru sebagai satu dari 37 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM level 4.

Pembatasan lebih ketat yang berlangsung dua pekan ke depan tentu sangat tidak kita inginkan. Mengingat dampaknya terhadap aktivitas sosial dan usaha masyarakat. Baik itu beribadah, kembali ditundanya sekolah tatap muka dan sisi ekonomi. Terlebih bagi pekerja sektor informal dan warga berpendapatan harian dan terdampak langsung pandemi serta yang terkena PHK. Kebijakan Pemerintah memberi “kelonggaran” atau relaksasi dalam PPKM terbaru patut diapresiasi. Dengan mengizinkan sektor pedagang dan usaha kecil, supermarket, pasar tradisional, toko klontong dan swalayan baik itu beroperasi hingga waktu yang ditentukan dengan pembatasan. Namun kebijakan tadi semoga bukan untuk “main aman”, guna meminimalisir tanggungjawab untuk meringankan beban masyarakat efek pembatasan. Praduga wajar muncul mengingat banyaknya kritikan atas kegemaran Pemerintah gonta-ganti istilah mulai PSBB hingga PPKM. Padahal secara regulasi sudah ada Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan yang lebih tepat dan efektif mengatasi pandemi namun sama sekali tak pernah dilirik. Sebab konsekuensi penerapan UU dimaksud mewajibkan Pemerintah wajib menanggung kebutuhan rakyat selama masa karantina. Seperti hitung-hitungan dengan urusan rakyat atau ini membuka tirai masalah keuangan negara yang selama ini selalu disembunyikan?

RELATED POSTS

Audit Besar-besaran di BGN Dimulai, Seluruh Pengadaan Program MBG Diperiksa

Rupiah Tertekan, Harga Obat Terancam Naik hingga 20 Persen, Pemerintah Tetapkan Batas Maksimal

Teladan

Masyarakat sudah kenyang bahkan jenuh dengan berbagai istilah pembatasan sosial yang terus berganti akan tetapi nyaris tanpa progress. Termasuk PPKM Darurat yang berakhir 26 Juli lalu. Saat berjalan sembilan hari di Jawa-Bali saja kasus penularan tak kunjung turun. Beberapa kali tercatat kasus harian dan kasus kematian saat PPKM Darurat berlangsung. Bahkan pada 7 Juli, pasien Covid-19 yang meninggal mencapai 1.040 orang, tertinggi selama pandemi. Anggaran pun semakin bertambah. Banyak pihak mengkambinghitamkan kedisiplinan masyarakat. Tudingan tersebut dirasa tidak fair. Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan tidak bisa berdiri sendiri. Tapi juga ditentukan sejauhmana penegakan aturan dapat konsisten dan tidak tebang pilih, berperikemanusiaan serta rasional. Selagi penengakan hukuman atas pelanggaran Prokes masih timpang dan tak berkeadilan, sulit berharap masyarakat disiplin dan patuh. Menko Marves sekaligus Koordinator penanganan Covid-19 Jawa-Bali Luhut Binsar Panjaitan sendiri terang-terangan mengakui melonjaknya kasus akibat pemimpin tak memberi contoh. Kita tak peduli kepada siapa statement tersebut ditujukan. Intinya pernyataan tadi salah satu faktor kenapa penanganan pandemi tak terkendali.

Hal lain yang juga patut disesalkan adalah perihal cara dan pendekatan pejabat Pemerintahan dan tokoh penting yang seringkali tidak mencerahkan dan tidak mendidik. Munculnya istilah seperti herd stupidity dan istilah lain yang merendahkan dipandang tak etis. Boro-boro mendidik masyarakat untuk sadar dan taat Prokes, gaya bahasa bernada merendahkan, mengancam dan menakut-nakuti tampak kekanak-kanakan dan dikhawatirkan malah menuai persepsi negatif hingga pembangkangan sosial. Apalagi di saat mobilitas dan usaha masyarakat dibatasi, berseliweran kabar di media massa soal terbukanya arus penerbangan dari luar negeri. Ribut-ribut TKA Cina dan WN India contohnya. Bahkan pemberitaan menyebut varian delta berasal dari WN India yang masuk ke Indonesia.

Alokasi Anggaran

Disamping hal diatas, aspek mendasar lain yang menentukan adalah alokasi dan keberpihakan anggaran. Kami di lembaga legislatif terus terang belum melihat totalitas dari pihak eksekutif. Kebijakan pembatasan sosial apapun bentuknya, kesannya sekedar melegalisasi anggaran melalui refocusing semata. Implementasinya nyaris tak terukur dan tanpa dibarengi koordinasi yang baik. Terbukti sering saling lempar tangan antara Pemprov Riau dan Pemkab/Pemko. Berikutnya, alokasi dan fokus anggaran pusat hingga daerah pun menuai banyak pertanyaan. Untuk alokasi misalnya, data dari Kemendagri mengungkap bahwa total APBD yang dialokasikan untuk penanganan pandemi Covid-19 tahun ini Rp42,15 triliun. Angka tersebut terbilang kecil dibandingkan APBD dari 493 daerah provinsi maupun kabupaten/kota seluruh Indonesia yang totalnya mencapai hampir Rp1.000 triliun. Untuk APBD Provinsi Riau alokasi penanggulangan Covid-19 kalah dibanding provinsi tetangga. Sudahlah anggaran terbatas realisasi pun tak maksimal.

Lanjut ke fokus anggaran juga buyar. Banyak program tak berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan mendasar masyarakat selama pandemi tetapi dipertahankan. Entah itu pembangunan infrastruktur semisal gedung, tugu dan lain-lain yang sebenarnya bisa ditunda. Begitupula berupa program kerja yang bersifat nasional seperti Kartu Prakerja yang tercatat anggarannya terus bertambah dengan total mencapai Rp31,2 triliun. Mirisnya penambahan anggaran berasal dari sisa anggaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tak terserap di tahun sebelumnya. Padahal BLT prioritas dan dibutuhkan. “Wabah” rendahnya sense of crisis dalam manajemen anggaran inilah yang berbahaya. Karena memperparah keadaan dan membuat berbagai upaya penanganan pandemi menjadi tidak efektif, terutama pembatasan sosial. Bagaimana mungkin masyarakat diminta berdiam di rumah dan dibatasi usahanya sementara negara tidak bisa memberi ketenangan bagi rakyatnya terutama terkait kebutuhan mendasar? Ini jelas tidak sejalan dengan nilai-nilai terkandung dalam Pancasila. ***

SOFYAN SIROJ ABDUL WAHAB, LC, MM. ANGGOTA DPRD PROVINSI RIAU

*) Opini kolumnis ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi bangkabelitungpos.com

ShareTweetPin
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Audit Besar-besaran di BGN Dimulai, Seluruh Pengadaan Program MBG Diperiksa

Audit Besar-besaran di BGN Dimulai, Seluruh Pengadaan Program MBG Diperiksa

Juni 15, 2026

Kejaksaan Agung memperluas penelusuran dugaan penyimpangan dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memeriksa seluruh proses pengadaan yang dilakukan...

Rupiah Tertekan, Harga Obat Terancam Naik hingga 20 Persen, Pemerintah Tetapkan Batas Maksimal

Rupiah Tertekan, Harga Obat Terancam Naik hingga 20 Persen, Pemerintah Tetapkan Batas Maksimal

Juni 13, 2026

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai memberikan tekanan pada industri farmasi nasional. Pemerintah mengakui kondisi tersebut berpotensi...

Inilah Modus Korupsi Dadan Dkk: Markup Pengadaan Motor Listrik Rp 1 T, Sepatu, Tablet

Inilah Modus Korupsi Dadan Dkk: Markup Pengadaan Motor Listrik Rp 1 T, Sepatu, Tablet

Juni 3, 2026

Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan eks Kepala BGN Dadan Hindayana. Bersamanya, Kejagung juga menahan dua eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung...

Korem 082/CPYJ Terbaik Ketahanan Pangan di Jatim Selatan, Babinsa Turun Langsung ke Sawah

Korem 082/CPYJ Terbaik Ketahanan Pangan di Jatim Selatan, Babinsa Turun Langsung ke Sawah

Juni 3, 2026

Di tengah gencarnya upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional, Korem 082/CPYJ Bumi Pancasila tampil sebagai yang terdepan dalam pengawalan ketahanan...

Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau

Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau

April 29, 2026

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) tahun 2027 di Balai Serindit, Selasa...

Next Post

Bebas Jerawat, Ini 5 Cara Membuat Masker Beras

Bebas Jerawat, Ini 5 Cara Membuat Masker Beras

RECOMMENDED

HP Penuh Iklan? Ini Cara Mudah Mematikan Iklan di Samsung, Oppo, Xiaomi hingga Vivo

Indonesia Makin Terkoneksi: Pengguna Internet Tembus 235 Juta, Tambah 6 Juta dalam Setahun

Juni 15, 2026
Audit Besar-besaran di BGN Dimulai, Seluruh Pengadaan Program MBG Diperiksa

Audit Besar-besaran di BGN Dimulai, Seluruh Pengadaan Program MBG Diperiksa

Juni 15, 2026

MOST VIEWED

  • Zona Merah, IHSG Dibuka Anjlok 1,3% ke Level 6.208 Pagi Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cendana dan Gaharu di Malaka, Wanginya Tinggal Cerita

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menakjubkan, Air Terjun ini Berada 1.120 Meter di Bawah Perut Bumi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Benarkah Manusia Saat ini Telah Menjadi Manusia Berdimensi Tunggal?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Prajurit TNI AL Dihukum Berat Usai Tembak Mati Bos Rental Mobil di Tangerang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
BangkaBelitungPos

© 2021 bangkabelitungpos.com

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Politik
  • Ekbis
  • Internasional
  • Lifestyle

© 2021 bangkabelitungpos.com