BangkaBelitungPos
Selasa, Januari 13, 2026
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Politik
  • Ekbis
  • Internasional
  • Lifestyle
    • All
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Travel
    Jangan Dicukur! Ini Manfaat Bulu Kaki yang Jarang Diketahui

    Jangan Dicukur! Ini Manfaat Bulu Kaki yang Jarang Diketahui

    Membacakan Dongeng untuk Anak: Cara Sederhana Membangun Karakter dan Kecerdasan

    Membacakan Dongeng untuk Anak: Cara Sederhana Membangun Karakter dan Kecerdasan

    Mengapa Suara Air Bisa Membantu Tidur Lebih Cepat?

    Mengapa Suara Air Bisa Membantu Tidur Lebih Cepat?

    Makanan yang Dianjurkan untuk Anak Saat Diare, Orang Tua Diminta Tidak Panik

    Makanan yang Dianjurkan untuk Anak Saat Diare, Orang Tua Diminta Tidak Panik

    Kenali Water Birth, Metode Persalinan di Air yang Dinilai Minim Stres

    Kenali Water Birth, Metode Persalinan di Air yang Dinilai Minim Stres

    Tips Agar Anak Fokus Makan Tanpa Gadget, Orang Tua Diminta Lebih Konsisten

    Tips Agar Anak Fokus Makan Tanpa Gadget, Orang Tua Diminta Lebih Konsisten

    Buah yang Baik untuk Gangguan Pernapasan, Bantu Napas Lebih Lega dan Tubuh Tetap Sehat

    Buah yang Baik untuk Gangguan Pernapasan, Bantu Napas Lebih Lega dan Tubuh Tetap Sehat

    Tips Memilih Tanaman yang Aman untuk di Dalam Rumah, Indah Dipandang tapi Tetap Sehat

    Tips Memilih Tanaman yang Aman untuk di Dalam Rumah, Indah Dipandang tapi Tetap Sehat

    Tak Hanya Lezat, Ini Manfaat Beras Briyani untuk Kesehatan Tubuh

    Tak Hanya Lezat, Ini Manfaat Beras Briyani untuk Kesehatan Tubuh

    Olahraga Hits di 2025, dari Gym hingga Sport Lifestyle yang Makin Populer

    Olahraga Hits di 2025, dari Gym hingga Sport Lifestyle yang Makin Populer

    Trending Tags

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Politik
  • Ekbis
  • Internasional
  • Lifestyle
    • All
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Travel
    Jangan Dicukur! Ini Manfaat Bulu Kaki yang Jarang Diketahui

    Jangan Dicukur! Ini Manfaat Bulu Kaki yang Jarang Diketahui

    Membacakan Dongeng untuk Anak: Cara Sederhana Membangun Karakter dan Kecerdasan

    Membacakan Dongeng untuk Anak: Cara Sederhana Membangun Karakter dan Kecerdasan

    Mengapa Suara Air Bisa Membantu Tidur Lebih Cepat?

    Mengapa Suara Air Bisa Membantu Tidur Lebih Cepat?

    Makanan yang Dianjurkan untuk Anak Saat Diare, Orang Tua Diminta Tidak Panik

    Makanan yang Dianjurkan untuk Anak Saat Diare, Orang Tua Diminta Tidak Panik

    Kenali Water Birth, Metode Persalinan di Air yang Dinilai Minim Stres

    Kenali Water Birth, Metode Persalinan di Air yang Dinilai Minim Stres

    Tips Agar Anak Fokus Makan Tanpa Gadget, Orang Tua Diminta Lebih Konsisten

    Tips Agar Anak Fokus Makan Tanpa Gadget, Orang Tua Diminta Lebih Konsisten

    Buah yang Baik untuk Gangguan Pernapasan, Bantu Napas Lebih Lega dan Tubuh Tetap Sehat

    Buah yang Baik untuk Gangguan Pernapasan, Bantu Napas Lebih Lega dan Tubuh Tetap Sehat

    Tips Memilih Tanaman yang Aman untuk di Dalam Rumah, Indah Dipandang tapi Tetap Sehat

    Tips Memilih Tanaman yang Aman untuk di Dalam Rumah, Indah Dipandang tapi Tetap Sehat

    Tak Hanya Lezat, Ini Manfaat Beras Briyani untuk Kesehatan Tubuh

    Tak Hanya Lezat, Ini Manfaat Beras Briyani untuk Kesehatan Tubuh

    Olahraga Hits di 2025, dari Gym hingga Sport Lifestyle yang Makin Populer

    Olahraga Hits di 2025, dari Gym hingga Sport Lifestyle yang Makin Populer

    Trending Tags

No Result
View All Result
BangkaBelitungPos
No Result
View All Result
Home Nasional

Darurat Pengelolaan Anggaran

Redaksi by Redaksi
Juli 27, 2021
in Nasional
0
Darurat Pengelolaan Anggaran

Penulis: SOFYAN SIROJ ABDUL WAHAB, LC, MM. ANGGOTA DPRD PROVINSI RIAU

0
SHARES
41
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BANGKABELITUNGPOS.COM – Seperti diketahui Pemerintah Pusat resmi memperpanjang Perberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Semula dengan mengusung nama PPKM Darurat dan telah berakhir pada 25 Juli lalu. Awalnya diberlakukan di Kabupaten/Kota di Jawa dan Bali lalu diperluas ke daerah lain. Perpanjangan PPKM lagi-lagi berganti nama, meniru tren Covid 19 yang punya varian, dengan mengusung PPKM Level 3 dan 4. Dari informasi resmi, sejumlah aturan disesuaikan di PPKM terbaru. Kebijakan diterapkan secara luas di Indonesia yang memiliki nilai asesmen level 4 dan 3, tergantung jumlah kasus terinfeksi dan kematian akibat wabah. Untuk Provinsi Riau hingga kini kebanyakan kabupaten/kota masih memberlakukan PPKM mikro, mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sejak Mei 2021. Harapan Gubernur Syamsuar PPKM Darurat tak diberlakukan di Riau akhirnya pupus sehubungan ditetapkannya Kota Pekanbaru sebagai satu dari 37 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM level 4.

Pembatasan lebih ketat yang berlangsung dua pekan ke depan tentu sangat tidak kita inginkan. Mengingat dampaknya terhadap aktivitas sosial dan usaha masyarakat. Baik itu beribadah, kembali ditundanya sekolah tatap muka dan sisi ekonomi. Terlebih bagi pekerja sektor informal dan warga berpendapatan harian dan terdampak langsung pandemi serta yang terkena PHK. Kebijakan Pemerintah memberi “kelonggaran” atau relaksasi dalam PPKM terbaru patut diapresiasi. Dengan mengizinkan sektor pedagang dan usaha kecil, supermarket, pasar tradisional, toko klontong dan swalayan baik itu beroperasi hingga waktu yang ditentukan dengan pembatasan. Namun kebijakan tadi semoga bukan untuk “main aman”, guna meminimalisir tanggungjawab untuk meringankan beban masyarakat efek pembatasan. Praduga wajar muncul mengingat banyaknya kritikan atas kegemaran Pemerintah gonta-ganti istilah mulai PSBB hingga PPKM. Padahal secara regulasi sudah ada Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan yang lebih tepat dan efektif mengatasi pandemi namun sama sekali tak pernah dilirik. Sebab konsekuensi penerapan UU dimaksud mewajibkan Pemerintah wajib menanggung kebutuhan rakyat selama masa karantina. Seperti hitung-hitungan dengan urusan rakyat atau ini membuka tirai masalah keuangan negara yang selama ini selalu disembunyikan?

RELATED POSTS

Jumat, 16 Januari 2026 Ditetapkan sebagai Libur Nasional Isra Miraj: Momen Ibadah sekaligus Long Weekend

KPK Naikkan Status Hukum Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Teladan

Masyarakat sudah kenyang bahkan jenuh dengan berbagai istilah pembatasan sosial yang terus berganti akan tetapi nyaris tanpa progress. Termasuk PPKM Darurat yang berakhir 26 Juli lalu. Saat berjalan sembilan hari di Jawa-Bali saja kasus penularan tak kunjung turun. Beberapa kali tercatat kasus harian dan kasus kematian saat PPKM Darurat berlangsung. Bahkan pada 7 Juli, pasien Covid-19 yang meninggal mencapai 1.040 orang, tertinggi selama pandemi. Anggaran pun semakin bertambah. Banyak pihak mengkambinghitamkan kedisiplinan masyarakat. Tudingan tersebut dirasa tidak fair. Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan tidak bisa berdiri sendiri. Tapi juga ditentukan sejauhmana penegakan aturan dapat konsisten dan tidak tebang pilih, berperikemanusiaan serta rasional. Selagi penengakan hukuman atas pelanggaran Prokes masih timpang dan tak berkeadilan, sulit berharap masyarakat disiplin dan patuh. Menko Marves sekaligus Koordinator penanganan Covid-19 Jawa-Bali Luhut Binsar Panjaitan sendiri terang-terangan mengakui melonjaknya kasus akibat pemimpin tak memberi contoh. Kita tak peduli kepada siapa statement tersebut ditujukan. Intinya pernyataan tadi salah satu faktor kenapa penanganan pandemi tak terkendali.

Hal lain yang juga patut disesalkan adalah perihal cara dan pendekatan pejabat Pemerintahan dan tokoh penting yang seringkali tidak mencerahkan dan tidak mendidik. Munculnya istilah seperti herd stupidity dan istilah lain yang merendahkan dipandang tak etis. Boro-boro mendidik masyarakat untuk sadar dan taat Prokes, gaya bahasa bernada merendahkan, mengancam dan menakut-nakuti tampak kekanak-kanakan dan dikhawatirkan malah menuai persepsi negatif hingga pembangkangan sosial. Apalagi di saat mobilitas dan usaha masyarakat dibatasi, berseliweran kabar di media massa soal terbukanya arus penerbangan dari luar negeri. Ribut-ribut TKA Cina dan WN India contohnya. Bahkan pemberitaan menyebut varian delta berasal dari WN India yang masuk ke Indonesia.

Alokasi Anggaran

Disamping hal diatas, aspek mendasar lain yang menentukan adalah alokasi dan keberpihakan anggaran. Kami di lembaga legislatif terus terang belum melihat totalitas dari pihak eksekutif. Kebijakan pembatasan sosial apapun bentuknya, kesannya sekedar melegalisasi anggaran melalui refocusing semata. Implementasinya nyaris tak terukur dan tanpa dibarengi koordinasi yang baik. Terbukti sering saling lempar tangan antara Pemprov Riau dan Pemkab/Pemko. Berikutnya, alokasi dan fokus anggaran pusat hingga daerah pun menuai banyak pertanyaan. Untuk alokasi misalnya, data dari Kemendagri mengungkap bahwa total APBD yang dialokasikan untuk penanganan pandemi Covid-19 tahun ini Rp42,15 triliun. Angka tersebut terbilang kecil dibandingkan APBD dari 493 daerah provinsi maupun kabupaten/kota seluruh Indonesia yang totalnya mencapai hampir Rp1.000 triliun. Untuk APBD Provinsi Riau alokasi penanggulangan Covid-19 kalah dibanding provinsi tetangga. Sudahlah anggaran terbatas realisasi pun tak maksimal.

Lanjut ke fokus anggaran juga buyar. Banyak program tak berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan mendasar masyarakat selama pandemi tetapi dipertahankan. Entah itu pembangunan infrastruktur semisal gedung, tugu dan lain-lain yang sebenarnya bisa ditunda. Begitupula berupa program kerja yang bersifat nasional seperti Kartu Prakerja yang tercatat anggarannya terus bertambah dengan total mencapai Rp31,2 triliun. Mirisnya penambahan anggaran berasal dari sisa anggaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tak terserap di tahun sebelumnya. Padahal BLT prioritas dan dibutuhkan. “Wabah” rendahnya sense of crisis dalam manajemen anggaran inilah yang berbahaya. Karena memperparah keadaan dan membuat berbagai upaya penanganan pandemi menjadi tidak efektif, terutama pembatasan sosial. Bagaimana mungkin masyarakat diminta berdiam di rumah dan dibatasi usahanya sementara negara tidak bisa memberi ketenangan bagi rakyatnya terutama terkait kebutuhan mendasar? Ini jelas tidak sejalan dengan nilai-nilai terkandung dalam Pancasila. ***

SOFYAN SIROJ ABDUL WAHAB, LC, MM. ANGGOTA DPRD PROVINSI RIAU

*) Opini kolumnis ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi bangkabelitungpos.com

ShareTweetPin
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Jumat, 16 Januari 2026 Ditetapkan sebagai Libur Nasional Isra Miraj: Momen Ibadah sekaligus Long Weekend

Jumat, 16 Januari 2026 Ditetapkan sebagai Libur Nasional Isra Miraj: Momen Ibadah sekaligus Long Weekend

Januari 11, 2026

Pemerintah Republik Indonesia resmi menetapkan Jumat, 16 Januari 2026 sebagai hari libur nasional dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad...

KPK Naikkan Status Hukum Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

KPK Naikkan Status Hukum Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Januari 9, 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan kuota...

Pemerintah Targetkan Pembangunan 1.100 Kampung Nelayan Merah Putih di 2026 untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Pemerintah Targetkan Pembangunan 1.100 Kampung Nelayan Merah Putih di 2026 untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Januari 7, 2026

Pemerintah Republik Indonesia mengumumkan target ambisius pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebanyak 1.100 unit sepanjang tahun 2026 sebagai bagian...

Tahun 2026, Pemerintah Gratiskan 13,5 Juta Sertifikat Halal untuk UMK

Tahun 2026, Pemerintah Gratiskan 13,5 Juta Sertifikat Halal untuk UMK

Januari 5, 2026

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) membuka kuota 13,5 juta sertifikat halal gratis pada tahun 2026 yang ditujukan bagi usaha...

Pemerintah Pastikan Sejumlah Bansos Cair Sepanjang 2026, Ini Daftarnya

Pemerintah Pastikan Sejumlah Bansos Cair Sepanjang 2026, Ini Daftarnya

Januari 2, 2026

Pemerintah Indonesia memastikan bahwa berbagai program bantuan sosial (bansos) akan tetap disalurkan sepanjang tahun anggaran 2026 sebagai upaya menjaga daya...

Next Post

Bebas Jerawat, Ini 5 Cara Membuat Masker Beras

Bebas Jerawat, Ini 5 Cara Membuat Masker Beras

RECOMMENDED

Ledakan AI Picu Krisis RAM dan SSD, Harga PC dan Laptop Terancam Melonjak

Ledakan AI Picu Krisis RAM dan SSD, Harga PC dan Laptop Terancam Melonjak

Januari 12, 2026
Pasar Global Bergejolak, Rupiah Berpotensi Menguat Terhadap Dolar AS

Pasar Global Bergejolak, Rupiah Berpotensi Menguat Terhadap Dolar AS

Januari 12, 2026

MOST VIEWED

  • Cendana dan Gaharu di Malaka, Wanginya Tinggal Cerita

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Zona Merah, IHSG Dibuka Anjlok 1,3% ke Level 6.208 Pagi Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menakjubkan, Air Terjun ini Berada 1.120 Meter di Bawah Perut Bumi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Benarkah Manusia Saat ini Telah Menjadi Manusia Berdimensi Tunggal?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Prajurit TNI AL Dihukum Berat Usai Tembak Mati Bos Rental Mobil di Tangerang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
BangkaBelitungPos

© 2021 bangkabelitungpos.com

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Politik
  • Ekbis
  • Internasional
  • Lifestyle

© 2021 bangkabelitungpos.com