• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Kontak
BangkaBelitungPos
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Politik
  • Ekbis
  • Internasional
  • Lifestyle
    • All
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Travel
    Prediksi 2050 Mengkhawatirkan, Hampir Separuh Pendapatan Bisa Habis untuk Makan

    Prediksi 2050 Mengkhawatirkan, Hampir Separuh Pendapatan Bisa Habis untuk Makan

    Inemuri, Tradisi Tidur di Kantor Jepang yang Tak Selalu Dianggap Malas

    Inemuri, Tradisi Tidur di Kantor Jepang yang Tak Selalu Dianggap Malas

    Pilihan 4 Sepatu Lari New Balance Terbaik, Empuk dan Nyaman Dipakai Berlari

    Pilihan 4 Sepatu Lari New Balance Terbaik, Empuk dan Nyaman Dipakai Berlari

    Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

    Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

    Pemilik Kucing Wajib Tahu, 5 Hal Sepele Ini Bisa Memicu Stres

    Pemilik Kucing Wajib Tahu, 5 Hal Sepele Ini Bisa Memicu Stres

    Resep Oseng Mercon Daging Sapi Pedas Gurih, Dijamin Bikin Ketagihan

    Resep Oseng Mercon Daging Sapi Pedas Gurih, Dijamin Bikin Ketagihan

    Jangan Salah Pilih, Ini Cara Menentukan Matras Yoga yang Tepat

    Jangan Salah Pilih, Ini Cara Menentukan Matras Yoga yang Tepat

    Jangan Salah Pilih, Ini Cara Menentukan Matras Yoga yang Tepat

    Jangan Salah Pilih, Ini Cara Menentukan Matras Yoga yang Tepat

    Membaca Al-Qur’an Diyakini Bantu Redakan Stres dan Tenangkan Pikiran

    Membaca Al-Qur’an Diyakini Bantu Redakan Stres dan Tenangkan Pikiran

    Kenapa Jendela Pesawat Tidak Kotak? Ternyata Ini Alasan Teknis di Baliknya

    Kenapa Jendela Pesawat Tidak Kotak? Ternyata Ini Alasan Teknis di Baliknya

    Trending Tags

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Politik
  • Ekbis
  • Internasional
  • Lifestyle
    • All
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Travel
    Prediksi 2050 Mengkhawatirkan, Hampir Separuh Pendapatan Bisa Habis untuk Makan

    Prediksi 2050 Mengkhawatirkan, Hampir Separuh Pendapatan Bisa Habis untuk Makan

    Inemuri, Tradisi Tidur di Kantor Jepang yang Tak Selalu Dianggap Malas

    Inemuri, Tradisi Tidur di Kantor Jepang yang Tak Selalu Dianggap Malas

    Pilihan 4 Sepatu Lari New Balance Terbaik, Empuk dan Nyaman Dipakai Berlari

    Pilihan 4 Sepatu Lari New Balance Terbaik, Empuk dan Nyaman Dipakai Berlari

    Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

    Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

    Pemilik Kucing Wajib Tahu, 5 Hal Sepele Ini Bisa Memicu Stres

    Pemilik Kucing Wajib Tahu, 5 Hal Sepele Ini Bisa Memicu Stres

    Resep Oseng Mercon Daging Sapi Pedas Gurih, Dijamin Bikin Ketagihan

    Resep Oseng Mercon Daging Sapi Pedas Gurih, Dijamin Bikin Ketagihan

    Jangan Salah Pilih, Ini Cara Menentukan Matras Yoga yang Tepat

    Jangan Salah Pilih, Ini Cara Menentukan Matras Yoga yang Tepat

    Jangan Salah Pilih, Ini Cara Menentukan Matras Yoga yang Tepat

    Jangan Salah Pilih, Ini Cara Menentukan Matras Yoga yang Tepat

    Membaca Al-Qur’an Diyakini Bantu Redakan Stres dan Tenangkan Pikiran

    Membaca Al-Qur’an Diyakini Bantu Redakan Stres dan Tenangkan Pikiran

    Kenapa Jendela Pesawat Tidak Kotak? Ternyata Ini Alasan Teknis di Baliknya

    Kenapa Jendela Pesawat Tidak Kotak? Ternyata Ini Alasan Teknis di Baliknya

    Trending Tags

No Result
View All Result
BangkaBelitungPos
No Result
View All Result
Home Teknologi

YouTube Klaim Sudah Blokir 83 Juta Video dan 7 Miliar Komentar

admin by admin
Juli 20, 2021
in Teknologi
0
0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

YouTube mengklaim sudah menghapus 83 juta video dan 7 miliar komentar dalam platformnya selama ini. Video dan komentar tersebut dianggap tidak pantas dan melanggar aturan mereka.

Jennifer O’Connor, PM Director, Trust & Safety, YouTube, ada istilah baru yang saat ini sangat penting bagi YouTube. Namanya, Rasio Tontonan Melanggar ( Violative View Rate atau VVR).

Apa itu Violative View Rate ? Sederhananya, Violative View Rate adalah persentase penayangan di YouTube yang berasal dari konten yang melanggar kebijakan mereka. Atau, bisa juga disebut persentase video yang tidak pantas/melanggar kebijakan yang sudah terlanjur ditonton oleh pengguna.

”Tim kami mulai melacaknya pada 2017, dan sejak itu penuruannya mencapai 75 persen. Kami sangat bangga. Ini adalah metrik utama yang digunakan untuk mengukur upaya pemenuhan tanggung jawab kami. Dan target kami prosentasi VVR harus mendekati 0,” ujar Jennifer.

Jennifer mengklaim mereka sekarang dapat mendeteksi 94% dari semua konten yang melanggar di YouTube dengan pelaporan otomatis. Dari seluruh jumlah tersebut, 75% di antaranya bahkan dihapus sebelum 10 kali ditonton

YouTube ingin menjaga agar Violative View Rate ini tetap rendah. Karena itu mereka berinvestasi di teknologi machine learning, juga sumber daya manusia. Ada 20.000 orang pekerja manusia/human reviewer yang mengambil keputusan apakah sebuah konten melanggar atau tidak.

Dengan kombinasi machine learning dan pekerja manusia, YouTube menyebut prosentase VVR sangat rendah. Yakni, di angka 0,16-0,18%. Artinya, Dari setiap 10.000 penayangan di YouTube, 16-18 penayangan berasal dari konten yang melanggar.

”Persentase VVR turun lebih dari 70% dibanding kuartal yang sama 2017, sebagian besar berkat investasi kami dalam machine learning,” beber Jennifer.

Sebab, kecepatan, disebut Jennifer sangat penting untuk membuat VVR turun drastis. Dan ini sangat terbantu lewat machine learning yang bisa menyeleksi video dalam skala besar.

”Mana lebih berdampak, video melanggar yang mendapat 100 penayangan tetap bertahan di YouTube selama 24 jam? Atau video yang mencapai ribuan penayangan dalam beberapa jam pertama sebelum dihapus?” ujarnya. ”VVR adalah cara terbaik untuk memahami pengaruh konten berbahaya pada penonton,” tambahnya.

Cara Kerja VVR
VVR dihitung dengan mengambil sampel video di YouTube dan mengirimkannya kepada peninjau konten yang memberi tahu video mana yang melanggar kebijakan kami dan mana yang tidak.

Machine learning akan terus mempelajari hal tersebut, dan memperkecil konten-konten melanggar yang tidak terdeteksi sistem.

”Angka VVR akan selalu naik turun. Bisa naik drastis setelah kami memperbarui kebijakan. Karena akan semakin banyak konten yang tertangkap dan diklasifikasikan sebagai pelanggaran,” bebernya.

Ini terjadi ketika YouTube memperbarui kebijakan mereka pada 2020, terutama karena maraknya misinformasi terkait Covid-19. ”Kami melihat banyak misinformasi dan butuh waktu untuk membangun sistem dan mengaplikasikannya,” ujarnya.

Previous Post

5 Buah-buahan Sehat untuk Menu Buka Puasa, Bisa Tangkal Penyakit!

Next Post

6 Alasan Kurma Paling Sering Dikonsumsi Saat Berbuka

Next Post

6 Alasan Kurma Paling Sering Dikonsumsi Saat Berbuka

BangkaBelitungPos

© 2026 bangkabelitungpos.com

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Politik
  • Ekbis
  • Internasional
  • Lifestyle

© 2026 bangkabelitungpos.com