Jalan menuju panggung balap internasional tidak selalu dimulai dari kejuaraan dunia. Bagi sejumlah pembalap muda Indonesia, perjalanan itu kini dibangun dari lintasan sendiri melalui Pertamina Mandalika Racing Series (MRS).
Digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, MRS bukan sekadar ajang untuk memperebutkan podium. Kejuaraan nasional tersebut dirancang menjadi bagian dari jenjang pembinaan pembalap Indonesia agar memiliki pengalaman, kemampuan teknis, serta mental bertanding sebelum naik ke level yang lebih tinggi.
Momentum tersebut semakin penting karena sirkuit Mandalika juga menjadi tuan rumah Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Dengan demikian, para pembalap nasional memiliki kesempatan merasakan atmosfer dan karakter lintasan yang juga digunakan dalam kompetisi kelas dunia.
108 Pembalap Ramaikan Putaran Keempat
Pertamina MRS 2026 memasuki putaran keempat pada 18–20 September 2026. Sebanyak 108 starter ambil bagian dalam kompetisi yang berlangsung di Mandalika.
Dari jumlah tersebut, 80 pembalap turun pada empat kelas kejuaraan nasional, yakni National Sport 150 (NS150), National Sport 250 (NS250), SuperSport 600 (SS600), dan Indonesia Junior Talent Cup (IJTC) U-15.
Sementara itu, 28 pembalap lainnya mengikuti kelas pendukung Underbone 150 dan Junior Sport 250 U-18.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya menyasar pembalap yang sudah berpengalaman. Kelas junior juga mendapat ruang sehingga talenta yang masih berada di usia belia memiliki jalur kompetisi yang lebih terstruktur.
Bukan Sekadar Balapan, Ada Jalur Regenerasi
Salah satu persoalan penting dalam olahraga motorsport adalah bagaimana memastikan regenerasi pembalap berlangsung secara berkelanjutan.
MRS mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui kelas-kelas pembinaan. Pembalap muda tidak hanya dituntut mengejar hasil balapan, tetapi juga dibiasakan menghadapi tekanan kompetisi di lintasan berstandar internasional.
Pengalaman seperti ini menjadi bekal ketika mereka nantinya berhadapan dengan kompetisi yang lebih tinggi.
Pembalap Irfan Hadiansah, yang telah mengikuti MRS sejak 2024, melihat keberadaan kelas junior sebagai bagian penting dari proses tersebut. Menurutnya, kelas usia muda dapat menjadi jenjang bagi pembalap untuk berkembang sebelum naik ke level berikutnya.
Artinya, Mandalika tidak hanya diposisikan sebagai tempat berlangsungnya balapan, tetapi juga sebagai salah satu pusat pembentukan talenta motorsport Indonesia.
Pertamina Ingin Bangun Ekosistem Motorsport
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan dukungan perusahaan terhadap MRS diarahkan untuk membangun ekosistem motorsport yang berkelanjutan.
Menurut Baron, pembalap membutuhkan ruang untuk memperbanyak jam terbang, meningkatkan kemampuan teknis, sekaligus membangun mental bertanding.
Pengalaman tersebut dinilai penting sebagai modal ketika pembalap Indonesia melangkah ke kompetisi internasional.
Pendekatan tersebut membuat dukungan Pertamina terhadap MRS tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan sebuah perlombaan.
Ada kesinambungan antara kompetisi nasional, pembinaan pembalap muda, penggunaan fasilitas berstandar internasional, hingga kesempatan tampil pada ajang yang memiliki eksposur global.
Dari Mandalika Menuju Kompetisi Internasional
Salah satu indikator jalur tersebut mulai terbentuk terlihat dari keterlibatan sejumlah pembalap muda MRS dalam kompetisi internasional.
Pada rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, misalnya, Moto4 Asia Cup dijadwalkan hadir sebagai bagian dari rangkaian balapan di Mandalika. Sejumlah pembalap muda Indonesia yang juga berkompetisi di MRS, termasuk Bintang Pranata Sukma, Maulana Malik, dan Reski YH, tercatat akan ambil bagian.
Kondisi ini memberikan gambaran mengenai bagaimana kompetisi nasional dapat menjadi bagian dari jalur menuju kompetisi internasional.
Pembalap yang terbiasa berlomba di Mandalika memiliki kesempatan mengenal karakter lintasan, prosedur balap, serta lingkungan kompetisi yang lebih dekat dengan standar internasional.
Regulasi Internasional Mulai Diperkenalkan
Pembinaan tidak berhenti pada kemampuan mengendalikan motor.
Menjelang putaran keempat MRS, penyelenggara juga memberikan edukasi mengenai penerapan regulasi baru berdasarkan aturan Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM).
Manager Briefing dan Riders Briefing dilakukan sebelum para pembalap menjalani Track Walk. Langkah tersebut bertujuan agar pembalap dan manajer semakin memahami regulasi yang akan mereka hadapi, terutama ketika memasuki kompetisi internasional.
Aspek tersebut menjadi penting karena perpindahan dari kompetisi nasional menuju kejuaraan internasional tidak hanya membutuhkan kecepatan.
Pemahaman regulasi, disiplin balap, komunikasi dengan tim, serta kemampuan beradaptasi dengan standar kompetisi juga menjadi bagian dari proses pembentukan seorang pembalap profesional.
Mandalika Jadi Titik Temu Balap Nasional dan Dunia
Keberadaan MRS sekaligus memperkuat posisi Mandalika sebagai salah satu pusat aktivitas motorsport Indonesia.
Dalam satu kawasan, pembalap nasional dapat berkompetisi melalui MRS, sementara pembalap kelas dunia datang untuk mengikuti Pertamina Grand Prix of Indonesia.
MotoGP Mandalika 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026, hanya beberapa pekan setelah putaran keempat MRS.
Kedekatan kalender tersebut menciptakan suasana yang menarik. Ketika pembalap internasional bersiap datang ke Mandalika, pembalap nasional juga sedang menjalani proses kompetisi dan pembinaan di lintasan yang sama.
Bagi talenta muda Indonesia, kondisi tersebut membuka kesempatan untuk belajar dari lingkungan motorsport yang semakin dekat dengan standar global.
Targetnya Bukan Hanya Juara Nasional
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah program pembinaan pembalap tidak hanya terletak pada siapa yang menjadi juara di setiap putaran.
Yang tidak kalah penting adalah berapa banyak pembalap muda yang mampu naik kelas dan melanjutkan kariernya ke kompetisi yang lebih tinggi.
Pertamina MRS mencoba membangun jalur tersebut melalui kelas nasional dan junior, kompetisi rutin, pengalaman di sirkuit internasional, serta pengenalan regulasi yang berlaku di level dunia.
Jika jalur pembinaan tersebut berjalan konsisten, Mandalika berpotensi memainkan dua peran sekaligus: menjadi panggung bagi kompetisi internasional dan menjadi tempat lahirnya generasi baru pembalap Indonesia.
Dengan begitu, suara mesin yang bergema di Mandalika bukan hanya tentang perebutan podium hari ini. Di baliknya ada proses panjang untuk menyiapkan pembalap Indonesia agar suatu saat mampu membawa Merah Putih ke panggung motorsport dunia.










