• Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Kontak
BangkaBelitungPos
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Politik
  • Ekbis
  • Internasional
  • Lifestyle
    • All
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Travel
    Inemuri, Tradisi Tidur di Kantor Jepang yang Tak Selalu Dianggap Malas

    Inemuri, Tradisi Tidur di Kantor Jepang yang Tak Selalu Dianggap Malas

    Pilihan 4 Sepatu Lari New Balance Terbaik, Empuk dan Nyaman Dipakai Berlari

    Pilihan 4 Sepatu Lari New Balance Terbaik, Empuk dan Nyaman Dipakai Berlari

    Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

    Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

    Pemilik Kucing Wajib Tahu, 5 Hal Sepele Ini Bisa Memicu Stres

    Pemilik Kucing Wajib Tahu, 5 Hal Sepele Ini Bisa Memicu Stres

    Resep Oseng Mercon Daging Sapi Pedas Gurih, Dijamin Bikin Ketagihan

    Resep Oseng Mercon Daging Sapi Pedas Gurih, Dijamin Bikin Ketagihan

    Jangan Salah Pilih, Ini Cara Menentukan Matras Yoga yang Tepat

    Jangan Salah Pilih, Ini Cara Menentukan Matras Yoga yang Tepat

    Jangan Salah Pilih, Ini Cara Menentukan Matras Yoga yang Tepat

    Jangan Salah Pilih, Ini Cara Menentukan Matras Yoga yang Tepat

    Membaca Al-Qur’an Diyakini Bantu Redakan Stres dan Tenangkan Pikiran

    Membaca Al-Qur’an Diyakini Bantu Redakan Stres dan Tenangkan Pikiran

    Kenapa Jendela Pesawat Tidak Kotak? Ternyata Ini Alasan Teknis di Baliknya

    Kenapa Jendela Pesawat Tidak Kotak? Ternyata Ini Alasan Teknis di Baliknya

    “In This Economy”: Ketika Keluhan Ekonomi Menjadi Tren, Bagaimana Islam Memandangnya?

    “In This Economy”: Ketika Keluhan Ekonomi Menjadi Tren, Bagaimana Islam Memandangnya?

    Trending Tags

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Politik
  • Ekbis
  • Internasional
  • Lifestyle
    • All
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Travel
    Inemuri, Tradisi Tidur di Kantor Jepang yang Tak Selalu Dianggap Malas

    Inemuri, Tradisi Tidur di Kantor Jepang yang Tak Selalu Dianggap Malas

    Pilihan 4 Sepatu Lari New Balance Terbaik, Empuk dan Nyaman Dipakai Berlari

    Pilihan 4 Sepatu Lari New Balance Terbaik, Empuk dan Nyaman Dipakai Berlari

    Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

    Jangan Disepelekan, Ini 9 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Mengonsumsi Gula

    Pemilik Kucing Wajib Tahu, 5 Hal Sepele Ini Bisa Memicu Stres

    Pemilik Kucing Wajib Tahu, 5 Hal Sepele Ini Bisa Memicu Stres

    Resep Oseng Mercon Daging Sapi Pedas Gurih, Dijamin Bikin Ketagihan

    Resep Oseng Mercon Daging Sapi Pedas Gurih, Dijamin Bikin Ketagihan

    Jangan Salah Pilih, Ini Cara Menentukan Matras Yoga yang Tepat

    Jangan Salah Pilih, Ini Cara Menentukan Matras Yoga yang Tepat

    Jangan Salah Pilih, Ini Cara Menentukan Matras Yoga yang Tepat

    Jangan Salah Pilih, Ini Cara Menentukan Matras Yoga yang Tepat

    Membaca Al-Qur’an Diyakini Bantu Redakan Stres dan Tenangkan Pikiran

    Membaca Al-Qur’an Diyakini Bantu Redakan Stres dan Tenangkan Pikiran

    Kenapa Jendela Pesawat Tidak Kotak? Ternyata Ini Alasan Teknis di Baliknya

    Kenapa Jendela Pesawat Tidak Kotak? Ternyata Ini Alasan Teknis di Baliknya

    “In This Economy”: Ketika Keluhan Ekonomi Menjadi Tren, Bagaimana Islam Memandangnya?

    “In This Economy”: Ketika Keluhan Ekonomi Menjadi Tren, Bagaimana Islam Memandangnya?

    Trending Tags

No Result
View All Result
BangkaBelitungPos
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Misinformasi Jadi Penghambat Aksi, Krisis Perubahan Iklim Berpotensi Menjadi Bencana Global

admin by admin
Juni 20, 2025
in Lingkungan
0
Misinformasi Jadi Penghambat Aksi, Krisis Perubahan Iklim Berpotensi Menjadi Bencana Global
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Misinformasi seputar perubahan iklim terbukti menjadi penghalang utama dalam penanganan krisis iklim global. Laporan terbaru dari Panel Internasional tentang Lingkungan Informasi (IPIE) mengungkap bahwa informasi palsu dan menyesatkan—baik disengaja maupun tidak—telah merusak kepercayaan publik dan menghambat kebijakan iklim.

Berdasarkan tinjauan terhadap 300 studi, IPIE menemukan bahwa aktor-aktor seperti industri bahan bakar fosil, politisi sayap kanan, dan kelompok tertentu secara aktif menyebarkan narasi palsu yang mendiskreditkan solusi iklim, termasuk energi terbarukan. Disinformasi ini diperparah dengan kehadiran bot dan troll di media sosial yang memperkuat penyebarannya.

“Jika informasi yang beredar tidak benar, bagaimana masyarakat bisa memilih pemimpin atau kebijakan yang tepat?” ujar Dr. Klaus Jensen dari Universitas Kopenhagen, pemimpin kajian IPIE, dilansir dari The Guardian, Jumat, 20 Juni 2025. Ia menekankan bahwa dunia hanya memiliki waktu sekitar lima tahun untuk memangkas emisi hingga setengahnya dan mencapai netral karbon pada 2050.

Laporan juga menyoroti bahwa disinformasi kini menargetkan pengambil kebijakan, regulator, hingga badan publik. Greenwashing—upaya memoles citra lingkungan perusahaan secara menyesatkan—jadi salah satu modus utama, dan semakin banyak disuarakan agar dikriminalisasi.

PBB melalui Global Initiative on Climate Change Information Integrity telah menyerukan tindakan tegas. Pelapor Khusus PBB, Elisa Morgera, bahkan mendesak agar misinformasi iklim dan praktik greenwashing dikategorikan sebagai tindak pidana. Sekjen PBB António Guterres sebelumnya juga menyerukan pelarangan iklan dari perusahaan bahan bakar fosil.

Brasil, sebagai tuan rumah KTT iklim COP30, akan memimpin konsolidasi negara-negara untuk memperkuat regulasi terhadap penyebaran kebohongan iklim dalam pertemuan di Bonn, Jerman. Sejumlah negara seperti Inggris, Prancis, Maroko, dan Chili telah mendukung inisiatif ini.

IPIE menilai misinformasi yang beredar sangat luas, mulai dari klaim gas fosil sebagai “bahan bakar rendah karbon” hingga teori konspirasi ekstrem yang mengaitkan kebakaran hutan dengan skenario fiktif.

Laporan menyebutkan bahwa industri bahan bakar fosil menjalankan “penipuan ganda”: awalnya menyangkal perubahan iklim, lalu menyebarkan klaim palsu bahwa mereka kini menjadi bagian dari solusi. Sektor lain seperti maskapai penerbangan, makanan cepat saji, dan pariwisata juga terlibat menyebarkan informasi keliru.

Donald Trump dan media konservatif diidentifikasi sebagai penyumbang utama penyebaran misinformasi, sementara badan intelijen asing seperti Rusia juga disebut memanfaatkan troll farm untuk menanam keraguan publik terhadap isu iklim.

Untuk menanggulangi hal ini, Uni Eropa telah menerapkan Digital Services Act guna mendorong moderasi konten platform digital. IPIE juga menekankan pentingnya pendidikan iklim yang lebih merata dan penelitian lebih luas di negara-negara non-Barat, mengingat mayoritas studi saat ini masih berfokus pada negara berbahasa Inggris.

“Tanpa integritas informasi, krisis iklim berpotensi berubah menjadi bencana yang tak terkendali,” tegas Jensen.

— The Guardian

Previous Post

Peran BRK Syariah dalam Pembangunan daerah Lewat Skema Pembiayaan Kreatif

Next Post

KPK Periksa Saksi Kasus Suap Percepatan Izin TKA, Total Dugaan Korupsi Capai Rp53,7 Miliar

Next Post
Misinformasi Jadi Penghambat Aksi, Krisis Perubahan Iklim Berpotensi Menjadi Bencana Global

KPK Periksa Saksi Kasus Suap Percepatan Izin TKA, Total Dugaan Korupsi Capai Rp53,7 Miliar

BangkaBelitungPos

© 2026 bangkabelitungpos.com

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Politik
  • Ekbis
  • Internasional
  • Lifestyle

© 2026 bangkabelitungpos.com