ACEH TAMIANG – Komitmen Polri dalam mengawal visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia diimplementasikan secara nyata di tanah Serambi Mekkah. Melalui sentuhan tangan para Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 58 Gagah Berani (KHS), lahan-lahan yang sempat mati pascabencana di Kecamatan Kuala Simpang kini disulap menjadi kawasan Pekarangan Pangan Lestari (P2L), Kamis (05/02/2026).
Langkah strategis ini mendapat atensi langsung dari Danpas Brimob I Korbrimob Polri, Brigjen Pol. Anang Sumpena, S.I.K. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa peran Polri saat ini harus melampaui tugas konvensional, yakni menjadi katalisator pemulihan ekonomi masyarakat.
Pesan Strategis Danpas Brimob I
Brigjen Pol. Anang Sumpena mengungkapkan bahwa kehadiran para Taruna di wilayah Aceh Tamiang bukan sekadar latihan lapangan, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk mengembalikan kedaulatan pangan warga yang sempat hilang akibat bencana alam.
”Instruksi Bapak Presiden melalui Asta Cita sangat jelas mengenai kemandirian pangan. Kami di jajaran Korbrimob, bersama para Taruna Akpol, hadir untuk memastikan masyarakat Aceh Tamiang tidak hanya bangkit, tapi juga mampu berdikari melalui pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan ekonomi,” tegas Brigjen Pol. Anang Sumpena, Sabtu (7/2/2026).
Ia menambahkan bahwa transformasi lahan tidak produktif menjadi sumber UMKM baru adalah kunci untuk memperkuat stabilitas sosial-ekonomi di daerah pascabencana.
Kolaborasi di Lapangan
Di bawah supervisi teknis dari para pengasuh handal:
AKBP Evon Fitrianto, S.H., S.I.K., M.Hum. (Danyontar Tk III/58-KHS)
AKP Mohammad Amir, S.Tr.K., S.I.K. (Dankitar A Taruna Tk III/58-KHS)
IPTU Andryan Yoga Pratama, S.Tr.K. (Dantontar 1B Tk III/58-KHS)
Sebanyak 13 Brigadir Taruna (Brigkatar), mulai dari Brigkatar Raffi Putra Pratama hingga Brigkatar Devan Efraim Hutabarat, terjun langsung mendampingi warga. Mereka mengedukasi masyarakat mengenai tata cara bercocok tanam modern di lahan terbatas yang memiliki nilai jual tinggi.
Menghidupkan Kembali Ekonomi Lokal
Program P2L ini dirancang untuk menciptakan kemandirian rumah tangga. Dengan terpenuhinya kebutuhan pangan dari pekarangan sendiri, beban pengeluaran warga berkurang, sementara surplus hasil panen dapat diolah menjadi produk UMKM.
Kehadiran sosok jenderal bintang satu di tengah program ini mempertegas bahwa Polri berkomitmen penuh dalam mendukung ketahanan nasional. Lahan yang dulunya hanya menyisakan sisa bencana, kini kembali hijau, membawa harapan baru bagi kemakmuran masyarakat Aceh Tamiang.***






















