BangkaBelitungPos
Sabtu, April 4, 2026
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Politik
  • Ekbis
  • Internasional
  • Lifestyle
    • All
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Travel
    Bukan Salah Produk, Ini Cara Makeup yang Bikin Wajah Kurang Segar

    Bukan Salah Produk, Ini Cara Makeup yang Bikin Wajah Kurang Segar

    Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Rasa Waswas, Begini Cara Jaga Kolesterol

    Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Rasa Waswas, Begini Cara Jaga Kolesterol

    Cara Tepat Memberikan Edukasi Seks pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Perlu Tahu Batas dan Metodenya

    Cara Tepat Memberikan Edukasi Seks pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Perlu Tahu Batas dan Metodenya

    Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

    Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

    Menikah Tapi Berjauhan: Fenomena Long Distance Marriage yang Kian Marak di Era Modern

    Menikah Tapi Berjauhan: Fenomena Long Distance Marriage yang Kian Marak di Era Modern

    Minuman Sunnah yang Kian Populer Saat Ramadan: Ini Khasiat Air Nabeez untuk Tubuh Saat Berbuka

    Minuman Sunnah yang Kian Populer Saat Ramadan: Ini Khasiat Air Nabeez untuk Tubuh Saat Berbuka

    Jangan Dibuang! Ini Tips Kreatif Memanfaatkan Toples Lama agar Lebaran Tetap Estetik dan Hemat

    Jangan Dibuang! Ini Tips Kreatif Memanfaatkan Toples Lama agar Lebaran Tetap Estetik dan Hemat

    Tak Ingin Mudah Pikun Saat Tua? Ini Kebiasaan Sederhana yang Bisa Menjaga Daya Ingat Sejak Dini

    Tak Ingin Mudah Pikun Saat Tua? Ini Kebiasaan Sederhana yang Bisa Menjaga Daya Ingat Sejak Dini

    Marah? Tahan Dulu 30 Menit Sebelum Kirim Pesan, Ini Penjelasan Psikiater

    Marah? Tahan Dulu 30 Menit Sebelum Kirim Pesan, Ini Penjelasan Psikiater

    Teknik Keramas Ala Jepang Jadi Tren, Rahasia Rambut Sehat Ternyata Berawal dari Kulit Kepala

    Teknik Keramas Ala Jepang Jadi Tren, Rahasia Rambut Sehat Ternyata Berawal dari Kulit Kepala

    Trending Tags

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Politik
  • Ekbis
  • Internasional
  • Lifestyle
    • All
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Travel
    Bukan Salah Produk, Ini Cara Makeup yang Bikin Wajah Kurang Segar

    Bukan Salah Produk, Ini Cara Makeup yang Bikin Wajah Kurang Segar

    Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Rasa Waswas, Begini Cara Jaga Kolesterol

    Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Rasa Waswas, Begini Cara Jaga Kolesterol

    Cara Tepat Memberikan Edukasi Seks pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Perlu Tahu Batas dan Metodenya

    Cara Tepat Memberikan Edukasi Seks pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Perlu Tahu Batas dan Metodenya

    Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

    Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

    Menikah Tapi Berjauhan: Fenomena Long Distance Marriage yang Kian Marak di Era Modern

    Menikah Tapi Berjauhan: Fenomena Long Distance Marriage yang Kian Marak di Era Modern

    Minuman Sunnah yang Kian Populer Saat Ramadan: Ini Khasiat Air Nabeez untuk Tubuh Saat Berbuka

    Minuman Sunnah yang Kian Populer Saat Ramadan: Ini Khasiat Air Nabeez untuk Tubuh Saat Berbuka

    Jangan Dibuang! Ini Tips Kreatif Memanfaatkan Toples Lama agar Lebaran Tetap Estetik dan Hemat

    Jangan Dibuang! Ini Tips Kreatif Memanfaatkan Toples Lama agar Lebaran Tetap Estetik dan Hemat

    Tak Ingin Mudah Pikun Saat Tua? Ini Kebiasaan Sederhana yang Bisa Menjaga Daya Ingat Sejak Dini

    Tak Ingin Mudah Pikun Saat Tua? Ini Kebiasaan Sederhana yang Bisa Menjaga Daya Ingat Sejak Dini

    Marah? Tahan Dulu 30 Menit Sebelum Kirim Pesan, Ini Penjelasan Psikiater

    Marah? Tahan Dulu 30 Menit Sebelum Kirim Pesan, Ini Penjelasan Psikiater

    Teknik Keramas Ala Jepang Jadi Tren, Rahasia Rambut Sehat Ternyata Berawal dari Kulit Kepala

    Teknik Keramas Ala Jepang Jadi Tren, Rahasia Rambut Sehat Ternyata Berawal dari Kulit Kepala

    Trending Tags

No Result
View All Result
BangkaBelitungPos
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Bullying: Fenomena Sosial yang Mengancam Generasi

admin by admin
Agustus 26, 2025
in Lifestyle
0
Bullying: Fenomena Sosial yang Mengancam Generasi

Foto: Ilustrasi.

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bullying atau perundungan merupakan salah satu persoalan sosial yang hingga kini masih menjadi perhatian serius, baik di kalangan pendidik, psikolog, maupun masyarakat umum. Istilah ini merujuk pada perilaku agresif yang disengaja, berulang, dan melibatkan ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan korban. Menurut Dan Olweus, seorang psikolog asal Norwegia yang dikenal sebagai tokoh utama dalam kajian bullying, tindakan ini tidak sekadar perilaku nakal biasa, melainkan bentuk penindasan yang menimbulkan penderitaan psikologis maupun fisik pada korbannya.

Fenomena bullying dapat muncul dalam berbagai bentuk. Ada yang tampak jelas melalui kekerasan fisik, seperti memukul, menendang, atau merampas barang milik orang lain. Ada pula yang bersifat verbal, seperti menghina, mengejek, atau memberi julukan yang merendahkan martabat seseorang. Tidak jarang perundungan juga terjadi dalam bentuk sosial, misalnya dengan cara mengucilkan seseorang dari kelompok atau menyebarkan gosip untuk merusak reputasinya. Dalam era digital, perundungan bahkan memasuki ruang maya melalui apa yang dikenal sebagai cyberbullying, di mana media sosial atau aplikasi pesan instan dijadikan alat untuk menyerang dan mempermalukan korban secara lebih luas.

RELATED POSTS

Bukan Salah Produk, Ini Cara Makeup yang Bikin Wajah Kurang Segar

Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Rasa Waswas, Begini Cara Jaga Kolesterol

Dampak dari bullying sangat serius dan sering kali lebih dalam daripada yang terlihat. Menurut American Psychological Association, korban bullying berisiko mengalami masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, gangguan tidur, bahkan trauma jangka panjang. Anak-anak yang sering menjadi korban dapat tumbuh dengan rasa percaya diri yang rendah, sulit menjalin hubungan sosial, dan merasa tidak aman di lingkungannya sendiri. Pada kasus ekstrem, bullying dapat memicu perilaku menyakiti diri sendiri atau bahkan keinginan untuk bunuh diri.

Pelaku bullying pun sebenarnya tidak lepas dari dampak buruk. Riset menunjukkan bahwa anak-anak atau remaja yang terbiasa merundung orang lain cenderung mengembangkan perilaku antisosial ketika dewasa. Mereka berpotensi melakukan tindak kekerasan, terlibat dalam kenakalan remaja, hingga mengalami kesulitan dalam membangun hubungan interpersonal yang sehat. Dengan demikian, bullying sesungguhnya merusak kedua belah pihak, baik korban maupun pelaku.

Para ahli menyebut ada banyak faktor yang melatarbelakangi munculnya perilaku bullying. Lingkungan keluarga yang penuh konflik, pola asuh yang keras, serta kurangnya kasih sayang dapat menjadi pemicu anak melampiaskan perasaan marah atau frustrasinya kepada orang lain. Selain itu, budaya kompetitif di sekolah, tekanan dari kelompok sebaya, serta paparan media yang menormalisasi kekerasan juga memperbesar peluang munculnya perundungan. Penelitian yang dipublikasikan oleh UNICEF menegaskan bahwa anak-anak yang sering terpapar kekerasan, baik di rumah maupun lingkungan sosial, memiliki risiko lebih tinggi untuk terlibat dalam bullying.

Mengatasi bullying memerlukan pendekatan yang menyeluruh. Psikolog anak menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak dini, terutama penanaman empati dan kemampuan mengendalikan emosi. Sekolah juga memegang peran penting dengan menciptakan iklim yang aman dan inklusif, serta menerapkan kebijakan anti-bullying yang tegas. Guru dan konselor sekolah harus proaktif dalam mendeteksi gejala bullying, sekaligus memberikan ruang aman bagi korban untuk melapor. Sementara itu, orang tua di rumah dituntut menjadi pendengar yang baik, membangun komunikasi terbuka, dan tidak menyepelekan keluhan anak.

Bullying bukanlah sekadar masalah antara pelaku dan korban, tetapi persoalan sistemik yang menyangkut budaya sosial. Masyarakat yang terbiasa menoleransi ejekan atau menganggap kekerasan sebagai hal biasa tanpa sadar sedang menumbuhkan lahan subur bagi perundungan. Karena itu, perubahan perlu dimulai dari kesadaran kolektif bahwa setiap individu berhak diperlakukan dengan hormat dan bermartabat.

Fenomena ini menuntut semua pihak untuk bertanggung jawab. Dengan kerja sama antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat, bullying dapat ditekan bahkan dihentikan. Sebagaimana ditegaskan oleh para ahli psikologi perkembangan, lingkungan yang penuh kasih sayang dan menghargai perbedaan adalah kunci utama untuk melahirkan generasi yang sehat secara mental dan sosial.

Continue Reading
ShareTweetPin
admin

admin

Related Posts

Bukan Salah Produk, Ini Cara Makeup yang Bikin Wajah Kurang Segar

Bukan Salah Produk, Ini Cara Makeup yang Bikin Wajah Kurang Segar

Maret 22, 2026

Makeup bisa menjadi alat ampuh untuk meningkatkan penampilan sehari-hari. Namun, jika diaplikasikan dengan kurang tepat, makeup justru bisa membuat wajah...

Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Rasa Waswas, Begini Cara Jaga Kolesterol

Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Rasa Waswas, Begini Cara Jaga Kolesterol

Maret 16, 2026

Momentum Lebaran identik dengan aneka hidangan lezat seperti opor ayam, rendang, sambal goreng ati, hingga kue-kue manis yang menggugah selera....

Cara Tepat Memberikan Edukasi Seks pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Perlu Tahu Batas dan Metodenya

Cara Tepat Memberikan Edukasi Seks pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Perlu Tahu Batas dan Metodenya

Maret 14, 2026

Edukasi seks pada anak masih sering dianggap topik sensitif di banyak keluarga Indonesia. Padahal, para ahli menilai pendidikan mengenai tubuh,...

Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

Maret 13, 2026

Menjelang Hari Raya Idulfitri, tradisi membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) selalu identik dengan uang pecahan baru. Banyak masyarakat rela antre...

Menikah Tapi Berjauhan: Fenomena Long Distance Marriage yang Kian Marak di Era Modern

Menikah Tapi Berjauhan: Fenomena Long Distance Marriage yang Kian Marak di Era Modern

Maret 10, 2026

Fenomena long distance marriage (LDM) atau pernikahan jarak jauh semakin banyak dijalani pasangan suami istri di era modern. Tuntutan pekerjaan,...

Next Post
Nikmat Tapi Bisa Berisiko, Hati-Hati Jika Terlalu Sering Makan Pisang

Nikmat Tapi Bisa Berisiko, Hati-Hati Jika Terlalu Sering Makan Pisang

Touch Typing: Teknik Mengetik Tanpa Melihat Keyboard yang Bikin Produktif

RECOMMENDED

Komitmen Penegakan Disiplin: Puspom TNI Tahan Empat Oknum Tersangka Kasus AY

Komitmen Penegakan Disiplin: Puspom TNI Tahan Empat Oknum Tersangka Kasus AY

April 3, 2026
Klaim Tujuan Tercapai, Trump Umumkan AS Akan Tinggalkan Iran Tanpa Buka Selat Hormuz

Klaim Tujuan Tercapai, Trump Umumkan AS Akan Tinggalkan Iran Tanpa Buka Selat Hormuz

April 2, 2026

MOST VIEWED

  • Zona Merah, IHSG Dibuka Anjlok 1,3% ke Level 6.208 Pagi Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cendana dan Gaharu di Malaka, Wanginya Tinggal Cerita

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menakjubkan, Air Terjun ini Berada 1.120 Meter di Bawah Perut Bumi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Benarkah Manusia Saat ini Telah Menjadi Manusia Berdimensi Tunggal?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Prajurit TNI AL Dihukum Berat Usai Tembak Mati Bos Rental Mobil di Tangerang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
BangkaBelitungPos

© 2021 bangkabelitungpos.com

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Politik
  • Ekbis
  • Internasional
  • Lifestyle

© 2021 bangkabelitungpos.com