BangkaBelitungPos
Minggu, Januari 25, 2026
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Politik
  • Ekbis
  • Internasional
  • Lifestyle
    • All
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Travel
    Tren Lari di Kalangan Gen Z Kian Populer, Dari Olahraga Jadi Gaya Hidup

    Tren Lari di Kalangan Gen Z Kian Populer, Dari Olahraga Jadi Gaya Hidup

    Rutin Gunakan Cleansing Oil, Cara Efektif Menghilangkan Komedo Secara Bertahap

    Rutin Gunakan Cleansing Oil, Cara Efektif Menghilangkan Komedo Secara Bertahap

    Berenang Dinilai Efektif Redakan Nyeri Syaraf Terjepit, Ini Cara yang Aman dan Dianjurkan

    Berenang Dinilai Efektif Redakan Nyeri Syaraf Terjepit, Ini Cara yang Aman dan Dianjurkan

    Jangan Dicukur! Ini Manfaat Bulu Kaki yang Jarang Diketahui

    Jangan Dicukur! Ini Manfaat Bulu Kaki yang Jarang Diketahui

    Membacakan Dongeng untuk Anak: Cara Sederhana Membangun Karakter dan Kecerdasan

    Membacakan Dongeng untuk Anak: Cara Sederhana Membangun Karakter dan Kecerdasan

    Mengapa Suara Air Bisa Membantu Tidur Lebih Cepat?

    Mengapa Suara Air Bisa Membantu Tidur Lebih Cepat?

    Makanan yang Dianjurkan untuk Anak Saat Diare, Orang Tua Diminta Tidak Panik

    Makanan yang Dianjurkan untuk Anak Saat Diare, Orang Tua Diminta Tidak Panik

    Kenali Water Birth, Metode Persalinan di Air yang Dinilai Minim Stres

    Kenali Water Birth, Metode Persalinan di Air yang Dinilai Minim Stres

    Tips Agar Anak Fokus Makan Tanpa Gadget, Orang Tua Diminta Lebih Konsisten

    Tips Agar Anak Fokus Makan Tanpa Gadget, Orang Tua Diminta Lebih Konsisten

    Buah yang Baik untuk Gangguan Pernapasan, Bantu Napas Lebih Lega dan Tubuh Tetap Sehat

    Buah yang Baik untuk Gangguan Pernapasan, Bantu Napas Lebih Lega dan Tubuh Tetap Sehat

    Trending Tags

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Politik
  • Ekbis
  • Internasional
  • Lifestyle
    • All
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Travel
    Tren Lari di Kalangan Gen Z Kian Populer, Dari Olahraga Jadi Gaya Hidup

    Tren Lari di Kalangan Gen Z Kian Populer, Dari Olahraga Jadi Gaya Hidup

    Rutin Gunakan Cleansing Oil, Cara Efektif Menghilangkan Komedo Secara Bertahap

    Rutin Gunakan Cleansing Oil, Cara Efektif Menghilangkan Komedo Secara Bertahap

    Berenang Dinilai Efektif Redakan Nyeri Syaraf Terjepit, Ini Cara yang Aman dan Dianjurkan

    Berenang Dinilai Efektif Redakan Nyeri Syaraf Terjepit, Ini Cara yang Aman dan Dianjurkan

    Jangan Dicukur! Ini Manfaat Bulu Kaki yang Jarang Diketahui

    Jangan Dicukur! Ini Manfaat Bulu Kaki yang Jarang Diketahui

    Membacakan Dongeng untuk Anak: Cara Sederhana Membangun Karakter dan Kecerdasan

    Membacakan Dongeng untuk Anak: Cara Sederhana Membangun Karakter dan Kecerdasan

    Mengapa Suara Air Bisa Membantu Tidur Lebih Cepat?

    Mengapa Suara Air Bisa Membantu Tidur Lebih Cepat?

    Makanan yang Dianjurkan untuk Anak Saat Diare, Orang Tua Diminta Tidak Panik

    Makanan yang Dianjurkan untuk Anak Saat Diare, Orang Tua Diminta Tidak Panik

    Kenali Water Birth, Metode Persalinan di Air yang Dinilai Minim Stres

    Kenali Water Birth, Metode Persalinan di Air yang Dinilai Minim Stres

    Tips Agar Anak Fokus Makan Tanpa Gadget, Orang Tua Diminta Lebih Konsisten

    Tips Agar Anak Fokus Makan Tanpa Gadget, Orang Tua Diminta Lebih Konsisten

    Buah yang Baik untuk Gangguan Pernapasan, Bantu Napas Lebih Lega dan Tubuh Tetap Sehat

    Buah yang Baik untuk Gangguan Pernapasan, Bantu Napas Lebih Lega dan Tubuh Tetap Sehat

    Trending Tags

No Result
View All Result
BangkaBelitungPos
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Pandangan Ilmuwan Soal Banjir Besar Terjang Asia Tenggara, Perubahan Iklim Bukan Lagi Sebatas Peringatan

admin by admin
Desember 4, 2025
in Lingkungan
0
Pandangan Ilmuwan Soal Banjir Besar Terjang Asia Tenggara, Perubahan Iklim Bukan Lagi Sebatas Peringatan
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Banjir besar melanda Asia Tenggara tahun ini setelah badai dan hujan ekstrem turun tanpa henti, menimbulkan malapetaka di berbagai negara. Peristiwa ini terjadi ketika kawasan belum sepenuhnya siap menghadapi intensitas cuaca yang semakin tidak menentu.

Sedikitnya 1.400 orang meninggal di Indonesia, Sri Lanka, dan Thailand, sementara lebih dari 1.000 orang masih hilang akibat banjir dan tanah longsor. Di Indonesia, sejumlah desa masih terisolasi setelah akses jalan dan jembatan hanyut diterjang banjir, sementara ribuan warga Sri Lanka mengalami krisis air bersih. Pemerintah Thailand turut mengakui respons darurat yang dinilai lambat.

RELATED POSTS

HNSI Riau Warning Pemerintah: Jangan Korbankan Ribuan Nelayan Demi Legalisasi Tambang Emas di DAS Kuantan!

Peta Bahaya Gempa Catat 14 Zona Megathrust, Risiko Gempa Besar Meningkat, BMKG menegaskan istilah “Menunggu Waktu”

Malaysia juga diguncang salah satu banjir terburuk yang menewaskan tiga orang dan memaksa ribuan warga mengungsi. Di sisi lain, Vietnam dan Filipina menghadapi rangkaian badai dan banjir besar sepanjang tahun yang telah menelan ratusan korban jiwa.

Para ilmuwan menyebut fenomena ekstrem ini merupakan gambaran nyata dari percepatan krisis iklim. Jemilah Mahmood dari Sunway Centre for Planetary Health menyatakan Asia Tenggara harus bersiap menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi lebih buruk pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya.

Organisasi Meteorologi Dunia mencatat kenaikan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer pada 2024 adalah yang tertinggi sepanjang sejarah pengukuran. Hal itu mempercepat perubahan iklim dan memicu cuaca yang lebih ekstrem. Asia kini menghangat hampir dua kali lebih cepat dibanding rata-rata global.

Benjamin Horton, pakar ilmu bumi dari City University of Hong Kong, menjelaskan suhu laut yang lebih hangat menyediakan energi besar bagi badai, membuatnya lebih kuat dan lebih basah. Perubahan pola angin, arus laut, dan fenomena seperti El Nino turut memperpanjang musim badai.

Kesiapan pemerintah di berbagai negara dinilai belum memadai dalam menghadapi bencana dengan intensitas dan frekuensi setinggi ini. Aslam Perwaiz dari Pusat Kesiapsiagaan Bencana Asia Tenggara menilai banyak negara masih berfokus pada respons, bukan pencegahan, sehingga kewalahan ketika bencana terjadi.

Di Sri Lanka, para peneliti menyoroti bahwa kondisi di wilayah terdampak tak banyak berubah sejak tsunami 2004. Pembangunan yang tidak teratur dan kerusakan ekosistem memperburuk dampak banjir, sementara masyarakat miskin tetap menjadi kelompok yang paling rentan.

Di Indonesia, video kayu gelondongan yang tersapu arus banjir menimbulkan dugaan deforestasi berperan memperparah bencana. Data Global Forest Watch menunjukkan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kehilangan lebih dari 19.600 kilometer persegi hutan sejak 2000.

Kerugian ekonomi di kawasan mencapai miliaran dolar. Vietnam memperkirakan kerugian lebih dari US$3 miliar sepanjang tahun ini, Thailand mencatat kerugian ratusan juta dolar, sementara Indonesia memiliki rata-rata kerugian tahunan sebesar US$1,37 miliar akibat bencana.

Negara-negara Asia Tenggara kini berharap pendanaan iklim global dapat membantu memperkuat adaptasi. Dalam konferensi COP30 di Brasil, negara-negara maju berjanji melipatgandakan pendanaan adaptasi dan menyediakan US$1,3 triliun per tahun pada 2035, namun realisasinya masih diragukan.

Thomas Houlie dari Climate Analytics mengatakan Asia Tenggara berada di titik krusial dalam menghadapi krisis iklim. Kawasan ini mulai meningkatkan energi terbarukan, namun masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil. Ia menegaskan bahwa bencana yang terjadi saat ini adalah peringatan nyata dari dampak pemanasan global.***

Sumber: The Japan News
ShareTweetPin
admin

admin

Related Posts

HNSI Riau Warning Pemerintah: Jangan Korbankan Ribuan Nelayan Demi Legalisasi Tambang Emas di DAS Kuantan!

HNSI Riau Warning Pemerintah: Jangan Korbankan Ribuan Nelayan Demi Legalisasi Tambang Emas di DAS Kuantan!

Januari 23, 2026

KUANSING - Rencana penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kuantan memicu reaksi dari berbagai pihak. Setelah WALHI,...

Peta Bahaya Gempa Catat 14 Zona Megathrust, Risiko Gempa Besar Meningkat, BMKG menegaskan istilah “Menunggu Waktu”

Peta Bahaya Gempa Catat 14 Zona Megathrust, Risiko Gempa Besar Meningkat, BMKG menegaskan istilah “Menunggu Waktu”

Desember 23, 2025

Pemerintah memperbarui Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia pada 2024. Dalam rilis terbaru menyebutkan jumlah zona megathrust di Indonesia bertambah...

Danpas 1 Korps Brimob Turun Langsung Bangun Sumur Bor dan MCK untuk Korban Bencana Aceh Tamiang

Danpas 1 Korps Brimob Turun Langsung Bangun Sumur Bor dan MCK untuk Korban Bencana Aceh Tamiang

Desember 18, 2025

ACEH TAMIANG — Komandan Pasukan (Danpas) 1 Korps Brimob Polri, Brigjen Pol. Anang Sumpena, S.H., turun langsung ke lokasi bencana...

4 Perusahaan Disegel Terkait Dugaan Penyebab Banjir Sumatera, KLH Periksa 8 Perusahaan di DAS Batang Toru

4 Perusahaan Disegel Terkait Dugaan Penyebab Banjir Sumatera, KLH Periksa 8 Perusahaan di DAS Batang Toru

Desember 9, 2025

Kementerian Lingkungan Hidup (LH) RI menyegel empat perusahaan yang diduga berkontribusi terhadap bencana banjir di sejumlah wilayah Sumatera. Wakil Menteri...

KLH Pastikan Kayu Gelondongan Banjir Sumut Hasil Penebangan, Operasional 4 Perusahaan Dihentikan Sementara

KLH Pastikan Kayu Gelondongan Banjir Sumut Hasil Penebangan, Operasional 4 Perusahaan Dihentikan Sementara

Desember 8, 2025

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memastikan tumpukan kayu gelondongan yang terseret banjir bandang di Sumatera Utara bukan berasal dari proses alam,...

Next Post
Harga CPO Kembali Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Stok

Harga CPO Kembali Melemah Akibat Ekspektasi Kenaikan Stok

BRK Syariah Salurkan Donasi dan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Sumatera

BRK Syariah Salurkan Donasi dan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Sumatera

RECOMMENDED

HNSI Riau Warning Pemerintah: Jangan Korbankan Ribuan Nelayan Demi Legalisasi Tambang Emas di DAS Kuantan!

HNSI Riau Warning Pemerintah: Jangan Korbankan Ribuan Nelayan Demi Legalisasi Tambang Emas di DAS Kuantan!

Januari 23, 2026
KI Riau Prioritaskan Penyelesaian Sengketa Informasi 2025 Jelang Akhir Masa Jabatan

KI Riau Prioritaskan Penyelesaian Sengketa Informasi 2025 Jelang Akhir Masa Jabatan

Januari 22, 2026

MOST VIEWED

  • Cendana dan Gaharu di Malaka, Wanginya Tinggal Cerita

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Zona Merah, IHSG Dibuka Anjlok 1,3% ke Level 6.208 Pagi Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menakjubkan, Air Terjun ini Berada 1.120 Meter di Bawah Perut Bumi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Benarkah Manusia Saat ini Telah Menjadi Manusia Berdimensi Tunggal?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Prajurit TNI AL Dihukum Berat Usai Tembak Mati Bos Rental Mobil di Tangerang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
BangkaBelitungPos

© 2021 bangkabelitungpos.com

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Politik
  • Ekbis
  • Internasional
  • Lifestyle

© 2021 bangkabelitungpos.com