BangkaBelitungPos
Kamis, April 9, 2026
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Politik
  • Ekbis
  • Internasional
  • Lifestyle
    • All
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Travel
    Bukan Salah Produk, Ini Cara Makeup yang Bikin Wajah Kurang Segar

    Bukan Salah Produk, Ini Cara Makeup yang Bikin Wajah Kurang Segar

    Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Rasa Waswas, Begini Cara Jaga Kolesterol

    Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Rasa Waswas, Begini Cara Jaga Kolesterol

    Cara Tepat Memberikan Edukasi Seks pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Perlu Tahu Batas dan Metodenya

    Cara Tepat Memberikan Edukasi Seks pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Perlu Tahu Batas dan Metodenya

    Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

    Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

    Menikah Tapi Berjauhan: Fenomena Long Distance Marriage yang Kian Marak di Era Modern

    Menikah Tapi Berjauhan: Fenomena Long Distance Marriage yang Kian Marak di Era Modern

    Minuman Sunnah yang Kian Populer Saat Ramadan: Ini Khasiat Air Nabeez untuk Tubuh Saat Berbuka

    Minuman Sunnah yang Kian Populer Saat Ramadan: Ini Khasiat Air Nabeez untuk Tubuh Saat Berbuka

    Jangan Dibuang! Ini Tips Kreatif Memanfaatkan Toples Lama agar Lebaran Tetap Estetik dan Hemat

    Jangan Dibuang! Ini Tips Kreatif Memanfaatkan Toples Lama agar Lebaran Tetap Estetik dan Hemat

    Tak Ingin Mudah Pikun Saat Tua? Ini Kebiasaan Sederhana yang Bisa Menjaga Daya Ingat Sejak Dini

    Tak Ingin Mudah Pikun Saat Tua? Ini Kebiasaan Sederhana yang Bisa Menjaga Daya Ingat Sejak Dini

    Marah? Tahan Dulu 30 Menit Sebelum Kirim Pesan, Ini Penjelasan Psikiater

    Marah? Tahan Dulu 30 Menit Sebelum Kirim Pesan, Ini Penjelasan Psikiater

    Teknik Keramas Ala Jepang Jadi Tren, Rahasia Rambut Sehat Ternyata Berawal dari Kulit Kepala

    Teknik Keramas Ala Jepang Jadi Tren, Rahasia Rambut Sehat Ternyata Berawal dari Kulit Kepala

    Trending Tags

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Politik
  • Ekbis
  • Internasional
  • Lifestyle
    • All
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Travel
    Bukan Salah Produk, Ini Cara Makeup yang Bikin Wajah Kurang Segar

    Bukan Salah Produk, Ini Cara Makeup yang Bikin Wajah Kurang Segar

    Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Rasa Waswas, Begini Cara Jaga Kolesterol

    Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Rasa Waswas, Begini Cara Jaga Kolesterol

    Cara Tepat Memberikan Edukasi Seks pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Perlu Tahu Batas dan Metodenya

    Cara Tepat Memberikan Edukasi Seks pada Anak Sejak Dini, Orang Tua Perlu Tahu Batas dan Metodenya

    Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

    Perlukah Uang Baru untuk THR Lebaran? Ini Makna, Tradisi, dan Pertimbangannya

    Menikah Tapi Berjauhan: Fenomena Long Distance Marriage yang Kian Marak di Era Modern

    Menikah Tapi Berjauhan: Fenomena Long Distance Marriage yang Kian Marak di Era Modern

    Minuman Sunnah yang Kian Populer Saat Ramadan: Ini Khasiat Air Nabeez untuk Tubuh Saat Berbuka

    Minuman Sunnah yang Kian Populer Saat Ramadan: Ini Khasiat Air Nabeez untuk Tubuh Saat Berbuka

    Jangan Dibuang! Ini Tips Kreatif Memanfaatkan Toples Lama agar Lebaran Tetap Estetik dan Hemat

    Jangan Dibuang! Ini Tips Kreatif Memanfaatkan Toples Lama agar Lebaran Tetap Estetik dan Hemat

    Tak Ingin Mudah Pikun Saat Tua? Ini Kebiasaan Sederhana yang Bisa Menjaga Daya Ingat Sejak Dini

    Tak Ingin Mudah Pikun Saat Tua? Ini Kebiasaan Sederhana yang Bisa Menjaga Daya Ingat Sejak Dini

    Marah? Tahan Dulu 30 Menit Sebelum Kirim Pesan, Ini Penjelasan Psikiater

    Marah? Tahan Dulu 30 Menit Sebelum Kirim Pesan, Ini Penjelasan Psikiater

    Teknik Keramas Ala Jepang Jadi Tren, Rahasia Rambut Sehat Ternyata Berawal dari Kulit Kepala

    Teknik Keramas Ala Jepang Jadi Tren, Rahasia Rambut Sehat Ternyata Berawal dari Kulit Kepala

    Trending Tags

No Result
View All Result
BangkaBelitungPos
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Hampir 600 Orang Diperkirakan Meninggal Akibat Gelombang Panas di Inggris dan Wales

admin by admin
Juni 21, 2025
in Lingkungan
0
Hampir 600 Orang Diperkirakan Meninggal Akibat Gelombang Panas di Inggris dan Wales

Lonjakan suhu ekstrem ini dikaitkan langsung dengan dampak pemanasan global yang dipicu oleh aktivitas manusia, terutama emisi dari pembakaran bahan bakar fosil | Foto: Mark Howard / Gatty Image / Canva Pro.

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hampir 600 orang diperkirakan meninggal dunia akibat gelombang panas yang melanda wilayah Inggris dan Wales, menurut hasil analisis terbaru para peneliti iklim.

Sebagaimana dilaporkan The Guardian, lonjakan suhu ekstrem ini dikaitkan langsung dengan dampak pemanasan global yang dipicu oleh aktivitas manusia, terutama emisi dari pembakaran bahan bakar fosil.

RELATED POSTS

HNSI Riau Warning Pemerintah: Jangan Korbankan Ribuan Nelayan Demi Legalisasi Tambang Emas di DAS Kuantan!

Peta Bahaya Gempa Catat 14 Zona Megathrust, Risiko Gempa Besar Meningkat, BMKG menegaskan istilah “Menunggu Waktu”

Para ilmuwan memperkirakan suhu di wilayah terdampak naik antara dua hingga 4 derajat Celsius akibat krisis iklim. Peningkatan ini disebut tidak akan terjadi tanpa pengaruh pemanasan global.

Kota London dan kawasan West Midlands diperkirakan mencatat angka kematian tertinggi, dengan kelompok usia lanjut di atas 65 tahun sebagai yang paling rentan.

“Gelombang panas adalah pembunuh senyap,” ujar Dr. Garyfallos Konstantinoudis dari Imperial College London.

“Banyak korban tidak tercatat secara langsung karena panas, namun sebenarnya dipicu oleh suhu ekstrem yang memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada,” tambahnya.

Data dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mencatat lebih dari 10.000 kematian dini akibat gelombang panas sepanjang 2020–2024. UKHSA bahkan telah mengeluarkan peringatan kesehatan terkait gelombang panas saat ini, yang diprediksi berlangsung hingga Senin pagi, 23 Juni 2025.

Analisis ini menggunakan data historis dari lebih dari 34.000 wilayah di Inggris dan Wales, dipadukan dengan prakiraan cuaca terbaru. Hasilnya, sekitar 570 kematian diperkirakan terjadi antara Kamis dan Minggu, dengan 129 kematian di London.

Namun, para peneliti menilai jumlah itu bisa saja lebih rendah karena gelombang panas terjadi lebih awal dari musim biasanya, saat masyarakat belum cukup siap.

Prof. Antonio Gasparrini dari London School of Hygiene & Tropical Medicine menyebut kenaikan suhu sekecil satu derajat bisa menjadi perbedaan antara hidup dan mati.

“Semakin panas suhu, semakin banyak pasien yang dirawat karena kondisi terkait panas, dan ini akan memberi tekanan besar pada layanan kesehatan,” ujarnya.

UKHSA juga menyarankan masyarakat untuk:

  • Menghindari paparan sinar matahari langsung antara pukul 11.00–15.00
  • Minum air yang cukup
  • Mengawasi kondisi lansia, bayi, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis

Selain itu, peringatan polusi udara ozon tinggi juga dikeluarkan di London, dengan imbauan kepada warga yang memiliki masalah pernapasan agar membatasi aktivitas di luar ruangan.

Dr. Lorna Powell, dokter perawatan darurat di NHS London Timur, mengungkapkan bahwa kasus penyakit terkait panas mulai meningkat. “Dehidrasi dan kelelahan akibat panas dapat dengan cepat berkembang menjadi kondisi serius,” katanya.

Krisis iklim dinilai menjadi pemicu utama meningkatnya frekuensi dan intensitas gelombang panas. Laporan terbaru dari Komite Perubahan Iklim Inggris menyebut, jika suhu global naik 2°C di atas level pra-industri, angka kematian akibat panas di Inggris bisa melampaui 10.000 jiwa per tahun pada 2050.

Secara global, gelombang panas ekstrem membunuh lebih banyak orang dibandingkan banjir, gempa bumi, dan badai jika digabungkan, menurut laporan perusahaan asuransi Swiss Re. Diperkirakan 500.000 orang meninggal setiap tahun akibat paparan suhu panas ekstrem di seluruh dunia.

“Gelombang panas adalah krisis kemanusiaan yang sering diabaikan. Dampaknya nyata dan semakin memburuk. Saatnya bertindak,” tegas Nina Arquint, Chief Executive Swiss Re untuk solusi korporat.

Kondisi ini menjadi peringatan bagi pemerintah dan masyarakat dunia untuk segera mengurangi emisi karbon, meninggalkan penggunaan batu bara, minyak, dan gas, serta memperkuat sistem perlindungan kesehatan menghadapi ancaman iklim yang terus meningkat.

— The Guardian

ShareTweetPin
admin

admin

Related Posts

HNSI Riau Warning Pemerintah: Jangan Korbankan Ribuan Nelayan Demi Legalisasi Tambang Emas di DAS Kuantan!

HNSI Riau Warning Pemerintah: Jangan Korbankan Ribuan Nelayan Demi Legalisasi Tambang Emas di DAS Kuantan!

Januari 23, 2026

KUANSING - Rencana penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kuantan memicu reaksi dari berbagai pihak. Setelah WALHI,...

Peta Bahaya Gempa Catat 14 Zona Megathrust, Risiko Gempa Besar Meningkat, BMKG menegaskan istilah “Menunggu Waktu”

Peta Bahaya Gempa Catat 14 Zona Megathrust, Risiko Gempa Besar Meningkat, BMKG menegaskan istilah “Menunggu Waktu”

Desember 23, 2025

Pemerintah memperbarui Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia pada 2024. Dalam rilis terbaru menyebutkan jumlah zona megathrust di Indonesia bertambah...

Danpas 1 Korps Brimob Turun Langsung Bangun Sumur Bor dan MCK untuk Korban Bencana Aceh Tamiang

Danpas 1 Korps Brimob Turun Langsung Bangun Sumur Bor dan MCK untuk Korban Bencana Aceh Tamiang

Desember 18, 2025

ACEH TAMIANG — Komandan Pasukan (Danpas) 1 Korps Brimob Polri, Brigjen Pol. Anang Sumpena, S.H., turun langsung ke lokasi bencana...

4 Perusahaan Disegel Terkait Dugaan Penyebab Banjir Sumatera, KLH Periksa 8 Perusahaan di DAS Batang Toru

4 Perusahaan Disegel Terkait Dugaan Penyebab Banjir Sumatera, KLH Periksa 8 Perusahaan di DAS Batang Toru

Desember 9, 2025

Kementerian Lingkungan Hidup (LH) RI menyegel empat perusahaan yang diduga berkontribusi terhadap bencana banjir di sejumlah wilayah Sumatera. Wakil Menteri...

KLH Pastikan Kayu Gelondongan Banjir Sumut Hasil Penebangan, Operasional 4 Perusahaan Dihentikan Sementara

KLH Pastikan Kayu Gelondongan Banjir Sumut Hasil Penebangan, Operasional 4 Perusahaan Dihentikan Sementara

Desember 8, 2025

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memastikan tumpukan kayu gelondongan yang terseret banjir bandang di Sumatera Utara bukan berasal dari proses alam,...

Next Post
BTN dan UI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Penguatan Kampus dan Akademisi

BTN dan UI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Penguatan Kampus dan Akademisi

BTN Raih Penghargaan Best Company to Work for in Asia 2025

BTN Raih Penghargaan Best Company to Work for in Asia 2025

RECOMMENDED

Komitmen Penegakan Disiplin: Puspom TNI Tahan Empat Oknum Tersangka Kasus AY

Komitmen Penegakan Disiplin: Puspom TNI Tahan Empat Oknum Tersangka Kasus AY

April 3, 2026
Klaim Tujuan Tercapai, Trump Umumkan AS Akan Tinggalkan Iran Tanpa Buka Selat Hormuz

Klaim Tujuan Tercapai, Trump Umumkan AS Akan Tinggalkan Iran Tanpa Buka Selat Hormuz

April 2, 2026

MOST VIEWED

  • Zona Merah, IHSG Dibuka Anjlok 1,3% ke Level 6.208 Pagi Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cendana dan Gaharu di Malaka, Wanginya Tinggal Cerita

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menakjubkan, Air Terjun ini Berada 1.120 Meter di Bawah Perut Bumi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Benarkah Manusia Saat ini Telah Menjadi Manusia Berdimensi Tunggal?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Prajurit TNI AL Dihukum Berat Usai Tembak Mati Bos Rental Mobil di Tangerang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
BangkaBelitungPos

© 2021 bangkabelitungpos.com

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Home
  • Regional
  • Nasional
  • Politik
  • Ekbis
  • Internasional
  • Lifestyle

© 2021 bangkabelitungpos.com